Perjuangan hidup anak muda dalam Life of Pi

vlcsnap-2017-03-20-23h57m39s53
Pi dan Richard Parker

Sinopsis

Seorang penulis yang mencari ide untuk tulisannya, mewawancari lelaki bernama Piscine Molitor Patel atau Pi Patel. Pi Patel kemudian menuturkan kisah hidupnya kepada penulis tersebut, diawali dengan kisah hidupnya mulai dari masa kanak-kanak hingga beranjak dewasa.

Pi Patel menuturkan bahwa ia tak menyangka hidupnya yang sejahtera di India, berubah mendadak saat sang  ayah memutuskan menjual aset keluarga berupa lahan kebun binatang dan pindah ke Kanada dengan memboyong serta keluarganya dan hewan-hewan  kebun binatang miliknya, mereka lalu menumpangi  sebuah kapal kargo asal Jepang. Suatu malam badai  ganas menelan kapal dan keluarga yang dicintainya, dan seluruh penumpang kapal tenggelam, kecuali Pi Patel yang selamat dan berhasil menaiki sekoci. Anak muda itu  terombang-ambing sendirian di tengah samudera Pasifik. Keesokan harinya Pi Patel sadar kalau ia ternyata tidak sendirian di atas sekoci itu, ada monyet, hyena, zebra, dan seekor harimau yang berlindung di dalam bagian sekoci yang tertutup.

vlcsnap-2017-03-20-23h51m17s73
“Ciluk Baaaa….. Hyena muncul”
vlcsnap-2017-03-20-23h45m55s178
Si Richard Parker Nongol

Selain seekor hyena yang ganas, ada  harimau yang bernama Richard Parker yang membuat hidup Pi Patel terancam, Hyena menyerang hewan lain namun Richard Parker membersihkan hewan itu, hingga akhirnya yang tersisa di atas sekoci hanya Pi Patel dan Richard Parker. Film ini diakhiri dengan berlabuhnya sekoci Pi di sebuah pesisir pantai Meksiko. Pi berhasil mempertahankan hidupnya dan tetap bersama dengan harimau, sayangnya saat tiba di daratan Parker pergi meninggalkannya.

vlcsnap-2017-03-20-23h48m37s26.png
Akhirnya ketemu daratan
vlcsnap-2017-03-20-23h49m01s12
Pi enggak sempat perawatan

Review

Setengah film ini menceritakan tentang perjuangan Pi dan petualangannya bersama dengan Richard Parker di atas sekoci. jadi sepanjang film, kita akan melihat kelakuan kreatif Pi, dan kesedihannya akan kehilangan keluarga, rasa keterasingan, dan rasa empati yang begitu besar.

Kadang dalam hidup kita melihat banyak orang yang saling sikut menyikut, saat kita menghadapi suatu kompetisi dalam kehidupan, entah itu cinta, sekolah, pekerjaan, pertemanan, ataupun hal sepele, misalnya suara klakson terus dibunyikan berulang-ulang karena tak sabar menunggu lampu merah, di jalan raya serta pengendara lain yang pergerakannya lambat.

Pi Patel bisa saja membunuh Richard Parker, dengan tombak atau kapaknya agar ia tidak dimakan oleh harimau itu, tapi Pi memilih untuk melakukan kebaikan dengan menjaganya, bahkan Pi membantu memberikannya makan,  saat ikan-ikan di lautan melompat dan melintas di atas sekocinya. Meski Richard Parker selalu berusaha menyerangnya, Pi telah memutuskan untuk menganggap hewan liar itu sebagai sahabat seperjuangannya dalam mengarungi lautan,  ancaman, tantangan, dan ketakutan yang berwujud dalam bentuk Richard Parker membuat Pi bisa bertahan hidup.

Film Life of Pi diadaptasi oleh novel berjudul Life of Pi karya pengarang asal Kanada, Yann Martel. Ang Lee selaku sutradara bersama dengan tim sinematografi dan visual efek yang mendukung dalam pembuatan detail visual efek berhasil menghidupkan imajinasi Yann Martel dalam Life of Pi menjadi tampak nyata, adegan dimana Pi menatap ke bawah lautan, hewan-hewan yang tampak asli (Padahal hanya visualisasi komputer), Pulau karnivora yang bentuknya mirip dengan tubuh perempuan yang sedang berbaring  dan dihuni  ribuan meerkat dan masih banyak yang lain.

Selain visual efeknya yang halus, akting Suraj Sharma juga patut diajungi jempol, bisa dibayangkan bagaimana kerja keras Suraj, dalam berakting secara total  bersama   dengan Peter Parker Si harimau yang ternyata hanya visualisasi komputer.

Selain sinematografi yang begitu epik, Film ini juga berhasil memvisualisasikan perasaan dari Pi Patel atas kegamangannya dalam keberadaan Tuhan. Pi terlahir dari keluarga Hindu seperti masyarakat India pada umumnya, namun saat beranjak remaja, Pi masuk ke gereja, dan juga melaksanakan shalat lima waktu. Ia memiliki tiga agama sekaligus, dan ia menerjemahkan rasa spiritualnya secara universal. Orangtua Pi Patel adalah masyarakat modern berpaham abad pencerahan, ayahnya yang sakit polio namun berhasil disembuhkan dengan ilmu pengetahuan kedokteran, bukan doa-doa dalam kuil yang kemudian melahirkan kepercayaan rasionalitas garis keras sehingga ayah Pi kerap menasehati Pi untuk ikut berpikiran rasional, sedangkan ibu Pi adalah seorang botanist yang sangat mencintai sains. Keluarga Pi seolah mencerminkan kegelisahan masyarakat modern, yang terkadang kecewa kepada Tuhan, dan akhinya berpaling mencintai  ilmu pengetahuan, sains dan teknologi sebagai pelarian.

ketika Pi berada di atas sekoci, dan sekocinya dihantam berkali-kali oleh ombak samudera, Pi mulai berteriak, menyeruakan isi hatinya. mendongakkan kepalanya ke langit, melepaskan racauan bahwa Tuhan seolah tak puas untuk terus menyiksa hidupnya. Pi mulai mengalami keputusasaan. Namun dengan tantangan akan keberadaan Richard Parker, dan serangan badai dan kekuatan alam, akhinya Pi sadar bahwa ia hanya manusia lemah yang tak berdaya di hadapan Tuhan.

Apakah yang kamu akan kamu lakukan jika kamu terdampar di tengah samudera pasifik yang super luas, dan berada di atas sekoci dengan seekor harimau?

 

Kapalku karam…….

Aku di sekoci, sendirian…

.bersama harimau

Tolong kirimkan bantuan

Tuhan…

Aku berserah diri padamu.

Aku hambamu.

 Pi Patel – Life of Pi

Advertisement

Tongkonan di Tanah Toraja

IMG_2642
Tongkonan cantik di Museum Ne Gandeng

Bertutur tentang tanah Toraja, maka yang terpikirkan pertama kali karena saking terkenalnya yaitu upacara duka, alias perayaan pesta  penguburan yang sangat meriah. Meski sudah beberapa kali ke Toraja, perhatian dan pemikiran tentang tanah Toraja yang biasanya mengenai adat penguburan dan kubur batu dalam ceruk karst yang diisi tengkorak kemudian perlahan  teralihkan pada sebuah Tongkonan.

Tongkonan sekilas mirip dengan rumat adat Minagkabau, karena juga punya bentuk menyerupai tanduk pada atapnya. Ketika memasuki tanah Toraja, maka kita dengan mudahnya akan menjumpai keberadaan tongkonan. Tongkonan beraneka bentuk, ada yang besar ada yang kecil, dan ada yang dibangun berjejeran seperti di Kete Kesu dan Londa.

Tongkonan hanya dimiliki oleh keturunan bangsawan dan akan diwariskan secara turun temurun pada setiap marga suku. Tongkonan bermakna tempat duduk, yang berfungsi sebagai sarana tempat duduk untuk diskusi para bangsawan. Tongkonan dapat berfungsi sebagai rumah tinggal, upacara adat, serta kegiatan sosial. Ada juga Tongkonan juga berfungsi sebagai lumbung padi. Lumbung padi untuk mencegah hewan pengerat memanjat ke lumbung, tiangnya terbuat dari batang pohon palem licin. Mayat orang mati suku Toraja, tak langsung kuburkan, namun disimpan dalam rumah tongkonan terlebih dahulu. Mayat dibalsem alias dimumikan dengan ramuan traditional.

IMG_3181
Kalau Ke Toraja, jangan lupa singgah ke Kete Kesu banyak jejeran tongkonan antik yang keren
IMG_3200
Tongkonan di Kete Kesu

Jumlah ornamen tanduk kerbau yang menghiasi tiang di depan menunjukkan status sosial sosial pemilik tongkonan, selain itu adanya ukiran-ukiran hewan pada dinding tongkonan berupa ukiran ayam, babi atau kerbau juga juga menunjukkan strata sosial pemilik tongkonan. Sebenarnya secara halus dalam sistem adat masih ada pembagian strata sosial sesuai dengan  jenis dan fungsi tongkonannya.

IMG_3223
Kalau melihat patung ini, berarti sudah sampai di Kota Toraja
IMG_2778
Patung replika tedong Bonga (kerbau bule yang mahel bingitz)

Dari Makassar, Toraja berjarak sekitar delapan jam dengan melalui jalur darat. Jika tak memiliki kendaraan pribadi, bisa naik bus atau mobil penumpang. Perjalanan yang cukup lama, lumayan membuat kaki dan bahu keram, dan jalur yang meliuk-liuk kadang membuat pusing, bagai biduan yang bergoyang diiringi musik dangdut koplo. Bagi kawan yang enggak tahan dengan perjalanan jauh siapkan pil anti mabok, tapi kalau sudah biasa, cukup menoleh ke jendela kaca mobil atau bus dan nikmati hijaunya pepohonan dan pesona jurang-jurang yang panjang, dan dapat bonus pemandangan gunung nona, saat melewati Kab. Enrekang.

IMG_2594
Malam dan cahaya dari Tongkonan di Museum

Kemarin Ke Toraja karena ada kegiatan dan kesempatan melihat museum Ne’ Gandeng, Toraja. Museumnya keren, ada beberapa jejeran tongkonan besar yang berdiri melengkung. Lokasinya berada di tengah sawah di Desa Palangi , Kec. Sa’dan Balusu sebelum menjadi museum, awalnya tempat ini adalah tempat prosesi pemakaman keluarga bangsawan Toraja Ne’gandeng dan penghormatan terhadap leluhur, kemudian tempat tersebut  dikelola oleh uayasan keluarga besar Ne’gandeng menjadi museum.

IMG_2720
Perjalanan melewati jalan sempit di sawah, menuju gerbang museum
IMG_2644
Jepret jepret dulu

Kalau mengunjungi Toraja, maka banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi, khususnya wisata budaya yang melimpah, mirip-mirip Bali untuk wisata budayanya, tapi enggak ada pantai soalnya Toraja itu berada di ketinggian alias daerah pegunungan. Cuacanya sejuk dan  dingin mungkin karena itu juga biasanya ketika ke Toraja, kadang  ada teman yang nitip dibelikan oleh-oleh sarung toraja yang ada ukirannya, tapi kalau saya sendiri sih lebih suka scraft alias kain syalnya, secara diriku adalah pecinta syal motif kain etik Indonesia. Tapi kalau mau beli oleh-oleh  dari sana, sebaiknya tanya kawan yang orang Toraja buat bantu menawar, lumayankan kalau harga turun dikit.

IMG_2774
Di sana masih banyak sawah
IMG_2734
hijau hijau hijau hijau hijau di  desa
IMG_3075
Pecinta kain etnik silahkan merapat…
IMG_3079
miniatur tongkonan

Pada Bulan Desember Toraja ramai, banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, karena biasanya digelar festival budaya secara besar-besaran.

 

The Big Three : Gunung Lompobattang, Gunung Bawakaraeng, dan Lembah Ramma

OK

Sengaja menulis judul “The big Three”, karena yang terpikirkan saat menyebut Gunung Lompobattang, Gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma maka yang terlintas adalah tiga daerah terkenal di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang menjadi primadona bagi teman-teman yang suka melakukan aktivitas refreshing di alam. Selain itu ketiga tempat ini biasanya ramai menjelang hari libur panjang, dan juga menjelang tanggal 17 Agustus.

1. Gunung Bawakaraeng

Tinggi Gunung Bawakareang yaitu 2845 mdpl, merupakan salah satu area pendakian favorit bagi para pegiat alam atau para pendaki di Sulawesi Selatan. Secara administrasi Gunung Bawakaraeng terletak di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Disekitar gunung dijumpai  daerah dataran tinggi Malino (Sentra sayuran dan sentra wisata), Gunung Bawakaraeng ada mata air yang merupakan sumber air hingga ke Kota Makassar, di daerah Gowa juga ada bendungan Bili-bili yang merupakan bendungan yang membendung Sungai Jenneberang (Sungai terbesar di daerah Makassar – Gowa).

Jalur menuju puncak gunung Bawakaraeng ada beberapa, diantara jalur Lembanna Malino, Jalur Malakaji, dan Jalur Tassosso’. Secara pribadi saya hanya pernah menggunakan jalur Lembanna dan Malakaji, tapi yang biasanya adalah jalur Lembanna, selain merupakan jalur umum, secara jarak jalur inilah yang paling dekat dengan pusat Kota Makassar. Untuk sampai ke puncak akan dilalui 10 pos yang memiliki jarak tempuh  yang berbeda-beda.

Menuju ke  Gunung Bawakaraeng di lewati daerah Lembanna, Malino sebagai pintu gerbang menuju jalur pendakian, di daerah Lembanna banyak dijumpai kebun sayur wortel, kentang, dan kol. Para masyarakat di daerah itu sudah sangat familiar dengan para pendaki, biasanya para pendaki menjalin silaturrahmi dengan warga, dan biasanya ingin menitipkan kendaraannya di rumah warga, selain itu warga yang baik biasanya memfasilitasi para pendaki yang ingin menumpang untuk beristirahat di rumahnya sebelum kemudian para pendaki bersiap untuk memulai pendakian.

Pada Pos pertama dijumpai percabangan Jalur yang terbagi dua, ada yang menuju ke daerah lembah pegunungan yang bernama Lembah Ramma, dan ada  jalur utama yang menuju ke pos pendakian menuju puncak tringulasi Gunung Bawakaraeng. Pada awal pendakian di kaki gunung umumnya dijumpai hutan pinus dengan hawa dingin yang merasuk ke dalam tubuh. Persiapankan perbekalan yang cukup dan mendakilah dengan tubuh yang fit, karena keberadaan sungai akan jarang dilewati saat mendaki ke puncak. Jadi ancaman dehidrasi akan selalu mengincar, karena biasanya dehidrasi oleh cuaca dingin kadang tidak disadari. Selain harus menghidari dehidrasi, hal lain yang cukup dianggap sepeleh namun menyiksa adalah keberadaan pacet, di dahan pohon, yang dilalui, di tangkai atau batang pohon yang kita pegang saat hiking mungkin saja ada pacet yang meliuk-liuk di sana.

Setelah melewati semua pos pendakian, akhirnya semua lelah terbayarkan dan kerja keras memang tak pernah mengkhianati. Di puncak pemandangan indah ciptaan Tuhan dari ketinggian siap menyapa dan menyambut kita.

gunung bawakaraeng
Skywalker dan para spiderman pose di puncak.(Vandalisme di tringulasi bukan kami pelakunya)
supergirl penyelam 2014 - Korpala D26 girl
Raincoat Ranger biru dan ranger Hijau

2. Gunung Lompobattang

Di sebelah Gunung bawakaraeng, ada gunung Lompobattang, gunung ini memiliki ketinggan 2868 mdpl, atau lebih tinggi daripada gunung Bawakaraeng. Terakhir berkunjung ke Lompobattang pada tahun 2013, dari Makassar, kawan-kawan dan saya melewati Jalur Selatan menyusuri jalan kab. Takalar, Kab.Bantaeng, dan Kab. Jenneponto dengan menggunakan alat transportasi dan menghabiskan durasi waktu hampir lima jam. Setelah beristirahat di rumah warga, tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Lembang Bu’ne, Kab. Gowa. Jalur pendakian cukup sulit dan saat menuju puncak, batu terjal dan ruang sempit membuat perjalanan semakin menantang. Sama seperti Gunung Bawakaraeng, untuk mencapai puncak gunung Lompobattang pendaki harus melalui 10 pos pendakian.

2015 - Ramma Valley 6
Skywalker dikepung awan

Pada Pos 9, jalur ekstrim dengan jurang pada sisi kanan dan kiri jalur, sedangkan angin kencang yang bertiup di ketinggian lumayan menggetarkan iman. Beruntung bagi kawan yang memiliki bobot yang berat dan besar, jalur ini sangat istimewah karena tubuhnya pasti sedikit sulit digoyahkan angin. Setelah melalui perjalanan selama dua malam tiga hari (Karena kebanyakan singgah buat camp dan makan snack), akhinya tim sampai juga di Puncak Lompobattang yang menggetarkan (angin kencang sering berhembus dan area di sekitar triangulasi yang sempit).

15032804.jpg
Peras keringat dulu 

Kalau bercerita tentang Lompobattang pasti yang teringat adalah seorang kawan perempuan yang hipothermia saat mendaki di gunung Lompobattang, meski terlihat fit dan ceria pada awalnya, kawan saya akhirnya tumbang juga. Kawan saya itu padahal sering bergiat di alam, seperti yang saya katakan sebelumnya dia lincah dan juga ceria, namun kala itu tampaknya stamina tubuhnya sedang turun. Suatu pelajaran bahwa sebelum mendaki gunung, memang manusia harus punya persiapan, persiapan itu berupa persiapan mental maupun fisik serta pengetahuan tentang hal teknis lainnya.

3. Lembah Ramma

Lembah Ramma merupakan lembah yang ada di gunung Bawakaraeng, Perjalanan ke Lembah Ramma, diawali dengan memasuki Dusun Lembanna, Malino.

Namanya juga jalan menuju lembah, maka turunan terjal akan terus menyambut para tamu yang mendatanginya. namun sebelum menemui jalur yang terus menurun, sebelumnya para pendaki juga harus melalui  jalur mendaki dan menurun. Jadi siapkan betis dan mood ceria, karena jalur yang akan dilihat akan hampir terlihat sama, hutan, bebatuan, pohon, lumut, dan tanah yang kadang licin.

Untuk waktu tempuh sampai ke lembah tergantung dari banyaknya waktu istirahat/banyaknya singgah dan kemampuan betis, namun umumnya waktu tempuh sekitar 5-6 jam, kecuali kalau kamu adalah Mogli atau The Flash, mungkin waktunya cuman 1-2 jam saja.

Setelah menempuh perjalanan menuju lembah akhirnya kita akan disambut oleh tanah lapang hijau yang dikelilingi tembok-tembok batu menjulang.

ramma valey 2015 - Ramma Valey 2
Welcome to The valley
2015 - Ramma Valey 5
Mendaki gunung turun ke lembah…la…la…la….

 

Jeng…Jeng….Jeng…..

Owner blog sang pecinta hiking, akankah bisa hiking ke tempat ini?….hemmmmm……

D7270
Hiking in Grand Canyon Sob…..put in the bucket list dream

Ke Pantai Yuk! (Pantai Lumpue)

Pantai Lumpue terletak di daerah Lumpue, daerah Bacukiki Barat, di sebelah Selatan Pusat Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Sama seperti pantai lainnya pantai Lumpue memiliki kawasan pantai berpasir, dan adapula pantai berupa tebing batu. Pantai ini adalah salah satu objek wisata terfavorit di Kota Parepare. Fasilitas kawasan wisatanya masih sederhana, dan pengunjung favoritnya masih kebanyakan wisatawan domestik. Dengan kendaraan mobil/motor,  dari kota Makassar lokasi pantai ini dapat ditempuh selama empat jam.

DSC00447
Pantai saat pasang dijepret ketika senja
DSC00499
Pasir Pantai Lumpue
IMG_6638
Pasar Senggol

Di pusat kota Parepare ada pasar yang buka pada sore sampai malam bernama Pasar Senggol. Pasar ini didominasi oleh pedagang pakaian dan makanan, selain itu saat menjelajahi bagian dalam pasar maka akan dijumpai pedagang barang-barang loak  yang didominasi oleh pakaian, tas, dan sepatu.

IMG_6644
Senja dan Pantai

bts-cute-idol-jin-Favim.com-3805754

Ke Pantai Yuk! ( Pantai Puntondo )

Kemarin hari Sabtu Minggu ada kesempatan jalan-jalan ke Pantai Puntondo, Kec. Mangarobombang, Takalar, tepatnya sih jadi salah satu volunteer bersama dengan beberapa manpower demi persaudaraan bantu seorang teman angkatan buat ambil data tugas akhirnya.

Perjalanan ke sana dari kota Makassar memakan waktu sekitar empat jam dengan mengendarai mobil rental, berhubung yang punya daerah penelitian adalah calon emak-emak rempong (bawaan dan persiapannya banyak banget) akhirnya perjalanan ke lokasi dilakukan pada malam hari.

IMG_20161009_114041
Pantai Puntondo

Setelah menghabiskan energi untuk hiking di sepanjang pantai, saatnya singgah ke toko kelontong beli minuman dingin untuk mengembalikan ion-ion yang hilang dan menyegarkan kembali dahaga, karena mulut dan kerongkongan telah dilanda kemarau akut.

20161009_133229
Cari keringat

Mari menggunting awan dan pasir. Kamu pilih potongan yang mana awan atau pasir?* Mulai berhalusinasi efek dehidrasi hehe….delulu begin.

20161009_130555
efek dehidrasi
IMG_20161009_081901
kayaknya boleh tuh naik perahu, efek liat perahu parkir
IMG_20161009_120625
Hemm…kalau orang darat buang sampah ke sungai, atau laut, dan muaranya ke laut, tapi dibalikin lagi sama ombak ke daratan.
IMG_20161009_115932
Stop Vandalisme (Lain cerita kalau corat coretnya di pasir)

Pantai Puntondo marupakan salah satu area yang dikelola oleh LSM Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup Puntondo, waktu hiking dan berhenti di salah satu stasiun data (tempat teman penelitian teman saya) wajar saja kalau kami menemukan jejeran pohon mangrove yang sengaja ditanam di sekitar bibir pantai. Selain berfungsi sebagai sabuk hijau untuk peredam ombak dan erosi serta sedimentasi. Setelah tumbuh dan berkembang mangrove nantinya akan menjadi alternatif rumah untuk berkembang biak bagi kepiting, ikan, dan biota laut lainnya.

20161009_150852
Singgah jepret dulu sama mangrove yang masih kanak-kanak
20161009_130116
Pasir pantai dan langit biru

Setelah istirahat dan nebeng tinggal di rumah warga semalam, esok paginya tim bergerak untuk mengambil data di lokasi pantai yang dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Kami harus disiplin, soalnya data itu terikat sama pasang surut ombak dan pengambilan data utama saat pantai surut harus lengkap. Padahal tugasnya cuman nyendokin pasir pakai skop unyu, dimasukin ke karung, ambil beberapa data lain, ukur-ukur, foto-foto, catat-catat dan selesai. Setelah kekuatan betis diuji dengan hiking sepanjang garis pantai serta mesranya belaian angin dan terik matahari yang selalu menaungi, Alhamdulillah akhirnya misi berhasil kami selesaikan.

IMG_20161009_075506
Mari Makan…..jangan lupa baca doa dan cuci tangan dulu….

bts-cute-idol-jin-Favim.com-3805754