Suara Alarm di Bulan Agustus pt 2

Jujur saja saya tidak merayakan ulang tahun (baca suara alarm di Bulan Agustus)

Namun ucapan ulang tahun masih saya terima, ucapan dari orang-orang baik yang mengucapkan kata-kata ucapan dan doa yang baik pula, membanjiri sosial media, di dinding facebook, di beranda instagram, dan juga what’s up.

Beberapa tahun terakhir ini, ulang tahun menjadi moment pengingat untuk saya, seperti sebuah alarm yang berbunyi tiap tahunnya bahwa saya sudah hidup di planet bumi ini, pada usia kesekian.

Yang menjadi kejutan kemudian adalah moment yang hanya terjadi sekali dalam setahun itu menjadi begitu sangat essential  tahun ini. Setidaknya menurut saya pribadi.

Mama saya menelpon, lalu mengucapkan selamat ulang tahun, lalu kemudian menanyakan kabar remeh temeh lainnya, apakah saya sudah makan, saya sudah shalat, ataukah tentang kondisi kesehatan saya.

Sejak setahun saya sudah tidak tinggal di rumah orangtua lagi, dan sekarang harus hidup mandiri jauh dari keluarga di kota asing yang kini menjadi tempat saya berada.

Namun adanya kehadiran jarak  tersebut membuat saya menyadari bahwa jarak yang jauh dari keluarga membuat saya jadi lebih mengenal kemampuan diri sendiri, dan mengenal  rindu, rindu yang mengajarkan kita bahwa rasa kasih sayang itu bisa tercipta dari hal-hal sederhana atau hal-hal sepeleh yang kadang kita lupakan.

Jarak ialah panjang lintasan yang sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu.

Jarak tidak bergantung pada arah,

sehingga jarak termasuk besaran

skalar.

Oleh karena itu jarak selalu memiliki tanda positif.

#cerita12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s