Sejarah Pendidikan, dari sudut pandang Levi

Dalam mempelajari pendidikan seseorang, kita perlu memahami kehidupan sosial, politik, dan agama mereka. Kadang kita juga perlu mengetahui geografi dan sejarah negara mereka. – Levi Seeley

Pada tahun 1899, Levy Seeley menuliskan sebuah buku yang berjudul History of Education, entah mengapa saya membaca buku ini, mungkin karena ada label history pada judul buku, yang kemudian membuat saya penasaran.

Levi, mengatakan bahwa bangsa Persia secara geografis negaranya dikelilingi oleh musuh, sehingga membutuhkan pendidikan belah diri untuk persiapan defensif dan ofensif, oleh karena itu akhirnya pendidikan fisik (olahraga) sangat dominan di kalangan orang spartan.

Levi merupakan penulis yang berasal dari Amerika, berdasarkan latar belakangnya isi buku ini memiliki porsi yang besar tentang pendidikan di Eropa, serta pengaruh dari para pemikir-pemikir eropa, atau hal-hal terkait pendidikan Kristen, Yahudi, dan pendidikan barat.

History of education diterbitkan pada tahun 1899 oleh penerbit American book company, New York, jika didasarkan atas tahun terbitnya dan jika dibandingkan dengan era digital saat ini, sejarah yang dibahas sebenarnya cukup terbatas.

Pada sebagian pola pendidikan bangsa tersebut, Levi memberikan kritik serta menunjukkan hal-hal yang menyangkut dalam kekurangan dan kelebihan suatu pola pendidikan yang sedang ia bahas.

Seperti misalnya saat ia mengkritik pola pendidikan orang china di masa lampau, bahwa pola pendidikan China tidak menumbuhkan minat melampaui batas, dan literaturnya hanya terbatas dalam literatur china klasik, pendidikan menumpuk daya ingat, dan mengabaikan kekuatan pikiran, pendidikan diperoleh dari rasa takut.

Atau kritik terhadap pola pendidikan India di masa lampau, dimana pendidikan berdasarkan sistem kasta, namun disisi lain pola pendidikannya membuat orang menjadi suka merefleksikan diri, yang tanpa keraguan menghasilkan filosofi matematis yang mendalam.

Lalu beralih ke Pendidikan Persia, Levi menuliskan bahwa Pendidikan Persia adalah pendidikan karakter universal, saat usia 7 tahun anak diambil dari rumah, dan dididik sepenuhnya oleh negara, periode kedua saat usia 10 tahun diberi pendidika. Militer lalu berlanjut ke pendidikan untuk menjadi prajurit.

Untuk kritik pendidikan Yahudi sendiri, Levi menuliskan sanjungannya bahwa pendidikan Yahudi memberikan interpretasi intelejensia dan fungsi sekolah. Pendidikan Yahudi mengagungkan pendidikan di rumah, menuntut pengawasan anak-anak oleh orangtua. Kedisiplinan bersifat lembut dan hukuman fisik diberikan pada anak setelah berusia 11 tahun.

Beralih ke pendidikan Mesir, pendidikan mesir itu didominasi sistem kasta, pendidikannya menggunakan metode konkret setidaknya dalam menulis dan aritmatika. Pendidikan tinggi Mesir sangat terkenal, sehingga menarik perhatian cendikiawan Yunani dan Roma datang ke Mesir untuk belajar sains dan filosofi.

Levi membahas tipe-tipe pendidikan di berbagai bangsa dengan peradaban tinggi di dunia, pada bab awal dia mulai membahas pola pendidikan orang China, berlanjut dengan pola pendidikan India, Yunani, Yahudi, Roma, Eropa, Muslim, Kristen, Sistem pendidikan sekolah di negara Barat, seperti, Jerman, Perancis, Inggris sampi Amerika. Paparannya tersebut berjumlah 392 halaman.

Dari sudut pandang Levi, kita mengetahui bahwa terlihat jelas perbedaan cara pendidikan bangsa-bangsa di dunia, dan mereka tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Berdasarkan sejarahnya yang panjang, kita kemudian menyadari bahwa pendidikan modern di masa kini merupakan hasil dari modifikasi atau perbaikan dari pendidikan di masa lampau.

Di usia kanak-kanak orangtua adalah penentu pendidikan bagi anak-anaknya, di masa remaja, anak perlu bimbingan orangtua dalam menemukan hal ia sukai atau hal yang ia senang untuk mempelajarinya.

Para guru seperti, Confucius, Socrates, Augustine, Charlemagne, Luther, Bacon, cormenius, Pestalozzi, Froebel, adalah para pemikir yang berpengaruh dalam pendidikan. Sistem pendidikan modern itu merupakan hasil pertumbuhan pengalaman sistem pendidikan di masa lalu.

Pendidikan adalah proses terus menerus yang dimulai dari kelahiran, dan berhenti saat kematian. Sedangkan sekolah adalah proses edukasi yang selama priode terbatas dalam kehidupan anak di bawah bimbingan guru. Secara garis besar berdasarkan sejarahnya, sekolah adalah produk dari peradaban.

#cerita11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s