James Hutton : Lelaki Penemu waktu

James Hutton (1726 – 1797) nama yang selalu disebut-disebut dalam literatur kuliah saya. Dia berasal dari Skotlandia.

Semua terlihat biasa saja seperti dalam buku-buku literatur kuliah, seorang ahli menjelaskan tentang riset yang telah dilakukannya untuk membuktikan sebuah teori.

Dia seorang naturalis, ia meneliti tentang batuan-batuan di permukaan bumi, dan meneliti alam, yang menjadi kejutannya kemudian saya membaca biografinya menemukan info bahwa ternyata dulunya Hutton adalah seorang dokter, dan ia juga mempelajari hukum.

Di masa kini, para orang tua, atau orang dewasa selalu berasumsi bahwa seseorang di lintas jurusan tak bisa melakukan hal-hal yang bukan jurusan awalnya.

Ya demikianlah muncul istilah salah jurusan, mungkin kita punya kenalan, atau keluarga yang memiliki kesukaan berbeda dibandingkan jurusannya, kuliah ekonomi tapi suka menulis, kuliah pertanian tapi suka melukis, kuliah teknik tapi jadi jurnalis.

Tapi sepertinya hal itu bukanlah masalah, dengan catatan kita bisa mempertanggungjawabkan kesukaan kita itu.

Demikianlah juga yang terjadi pada Hutton, awalnya kuliah kedokteran, jadi dokter tapi justru lebih dikenal dunia sebagai naturalis, ahli bumi.

Tahun 1785, ia menulis Buku berjudul Theory of the Earth, ia menuliskan tentang lapisan bumi, dan juga pembentukan bagian-bagian permukaan bumi. Bahkan ia menyinggung tentang seleksi alam dan makhluk hidup.

Lalu buku ini dibaca oleh Charles Lyell dan Darwin, menginspirasi Darwin untuk melalukan penjelajahan dengan kapal H. M.S Beagle Inggris tahun 1831-1836 dan bertahun-tshun kemudian ia mengembangkan Teori Evolusi yang terkenal dan kontroversial itu, dan menuliskan ide-idenya dalam Buku Origin of species, by means of natural selection, pada tahun 1859.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, adanya penemuan-penemuan baru, kemudian meruntuhkan teori Darwin,

Catatan Fosil yang tersingkap di muka bumi seolah berbisik kepada Darwin bahwa “Saya tidak berevolusi, saya tetap sama seperti dulu.”

Dan juga genetika monyet meskipun nyaris sama dengan manusia, pada kenyataannya memang berbeda. DNA monyet diciptakan memang untuk monyet, begitupun dengan manusia.

Pada kenyataannya yang menjadi pertanyaan siapa yang menciptakan DNA itu, jika tidak berubah? siapa yang menciptakan semua benda-benda di muka bumi ini, manusia, tumbuhan, hewan, siapa yang menggerakkan semua proses rumit ini? secara mekanis begitu tercipta dengan sempurna dan teratur?

Dan begitu banyak pertanyaan tentang kehidupan dan alam, semesta.

Kalau singkat dan jelasnya maka kita akan menjawab : “Tuhan”,

“Tuhan” Bagi yang mempercayai Tuhan,

Dan bagi yang tidak mempercayai Tuhan, ia akan terus mencari-cari jawaban yang sesuai dengan pemikirannya.

Masalahnya adalah kebanyakan ilmuwan yang menyingkap suatu penemuan dan mengembangkan ilmu pengetahuan adalah orang-orang yang tak mempercayai Tuhan, atau dulu ia pernah percaya, tapi kemudian memilih untuk melupakan, ataukah pernah kecewa terhadap manusia, kemudian mengalihkannya kekecewaannya pada Tuhan.

Saat saya sekolah, teori evolusi sudah di hapuskan di buku-buku pelajaran sekolah menengah, tapi saya bisa mendapatkan jejak teori evolusi dalam buku pelajaran lama milik kakak saya, (dimana rentang umur kami berjarak 10 tahun).

Nenek moyang manusia adalah monyet, sangat luar biasa, tapi juga menggelikan, mahkluk hidup berevolusi untuk mempertahankan diri. Evolusi lahir dari seleksi alam,

Teori Seleksi alam mengatakan bahwa yang terkuatlah yang akan bertahan, kalau ini agak masuk akal juga,

Saya melihat ilustrasi homo erectus, dan kemudian melihat perkembangannya menjadi homo sapiens.

Saya kemudian menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu memang dinamis, apa yang dipercaya orang-orang di masa lalu mungkin akan berbeda dengan apa yang dipercayai oleh orang-orang di masa depan

Ini berarti kepercayaan adalah suatu hal yang perlu dijaga, selama kau percaya, hal itu akan selalu ada, dan jika keraguan itu ada maka semuanya perlahan akan terhapus dari kepercayaanmu.

Demikianlah pembahasan tentang Darwin, Darwin ibaratnya seperti penyanyi rock terkenal, dia punya banyak fanboy garis keras, bedanya fans Darwin itu bukan fans biasa tapi kebanyakan ilmuwan. Sekarang bahkan kita masih mendengar adanya istilah Neo-Darwinisme.

Dari Darwin mari Kembali lagi ke James Hutton, padahal pada awalnya saya mau bahas Bapak James Hutton, tapi malah melipir jauh ke Darwin.

Nature, everywhere the most amazingly and outstandingly remarkable producer of living bodies, being most carefully arranged according to physical, mechanical, and chemical laws, does not give even the smallest hint of its extraordinary and tireless workings and quite clearly points to its work as being alone worthy of a benign and omnipotent God; and it carries this bright quality in all of its traces, in that, just as all of its general mechanisms rejoice, so also do all of their various smallest component parts rejoice in the depth of wisdom, in the height of perfection, and in the lofty arrangement of forms and qualities, which lie far beyond every investigation of the human mind. – James Hutton-

#cerita5

Referensi :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s